Penggunaan AR untuk E-commerce, Apa Saja Potensi yang Dimiliki?

By | Agustus 25, 2019
potensi penggunaan ar 5/5 (1)

Apakah anda sudah tahu apa itu teknologi Augmented Reality (AR)? Pertumbuhan website e commerce tidak hanya memberi angin segar bertumbuhnya teknologi aplikasi mobile, tetapi kini mulai merambah hingga ke dunia Augmented Reality. Teknologi augmented reality (AR) dapat disebut juga realita tertambah adalah teknologi di mana kita dapat melihat objek tambahan di dunia nyata.

Berbeda dengan realitas virtual (VR) yang mana kita benar-benar terasa terbebas dari dunia nyata dan berada di dunia virtual, augmented reality hanya menyediakan pengalaman yang mengandung objek virtual yang muncul di lingkungan kita. Sebagai contoh adalah game Pokemon Go yang sempat booming beberapa waktu yang lalu.

Dapatkah AR Meningkatkan Penjualan?

Tahun 2018 adalah tahun keemasan bagi Augmented Reality (AR), sekelompok besar retailer yang berinvestasi dalam e-commerce AR untuk menciptakan pengalaman berbelanja fisik sekaligus digital tentu merupakan salah satu faktor penyebabnya.

Hasil awalnya sangatlah fenomenal. Platform desain interior, Houzz, melaporkan bahwa konsumen yang berbelanja produk menggunakan AR memiliki peluang 11 kali lebih tinggi untuk membeli dan menghabiskan waktu 2,7 kali lebih banyak di aplikasi Houzz.

Pendorong utama pertumbuhan ini adalah kemajuan teknis yang membuat AR lebih mudah diimplementasikan dan dikelola. Secara khusus, rilis iOs 12 terbaru dari Apple menawarkan AR dengan kualitas yang jauh lebih tinggi di browser. Dengan lebih dari 50% pengguna iPhone sudah menjalankan OS terbaru, ini telah memengaruhi pengalaman berbelanja seluler.

Peritel dan e-commerce di Indonesia sendiri sepertinya belum sampai ke tahap sana. Sebutlah brand seperti Krisbow dari Kawan Lama Group yang telah sukses dalam jaringan offline untuk berbagai merek perkakas dan alat tukang. Walaupun sudah menerapkan pemasaran digital melalui website e-commerce, tapi belum ada tanda-tanda menerapkan Augmented Reality.

Pertanyaannya saat ini adalah, apakah mungkin AR akan menjadi sebuah fitur yang akan diaplikasikan oleh seluruh e-commerce di masa depan?

Penerapan AR Dalam Marketing

Fakta yang saat ini terjadi adalah banyak orang membeli pakaian dan juga barang kebutuhan dengan e-commerce. E-commerce memberikan suasana di mana anda tidak pergi ke toko namun mendapatkan pengalaman yang sama dengan produk yang dibeli.

Selain itu, AR merupakan ceriminan untuk teknologi yang dikembangkan di tahun ini dan kedepannya. Walaupun teknologi ini dinilai cukup gila dan dapat membawa harga yang lebih tinggi, hal ini ternyata dipengaruhi oleh perilaku konsumen. Merek seperti IKEA memiliki aplikasi yang memungkinkan para konsumen merasa berada di rumah ketika memasuki tokonya.

Potensi yang Mulai Terlihat

Selain itu, potensi teknologi AR ini mulai terlihat ketika banyak brand dan perusahaan yang memberikan gimmick untuk memberikan pengalaman lebih maksimal kepada para penggunanya. Misalnya saja, ketika anda pergi ke sebuah pameran mobil, maka anda akan disuguhkan dengan beberapa layar yang memperlihatkan bagaimana rasanya berada di dalam mobil tersebut. Hal ini dilakukan agar anda dapat merasakan produk yang akan anda beli.

Sesungguhnya teknologi AR dapat diaplikasikan secara luas di segala bidang. Bagi anda yang menjadi salah satu tech enthuasiast hal ini tentu sangat ditunggu-tunggu. Walaupun begitu, sebelum adanya teknologi AR dalam dunia jual-beli, tidak ada salahnya kita masih memberikan pengalaman pembelian produk walaupun dalam bentuk konvensional.

Berikan Rating

Author: Arga Eryzal P

Seorang PART-Time Blogger, fokus ke penulisan artikel untuk Blog.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.