Ragam Cara Industri Ritel Ikuti Perkembangan Zaman

By | Agustus 25, 2019
industri ritel 5/5 (1)

Industri ritel saat ini di anggap mengalami kelambatan. Aprindo (asosiasi pengusaha ritel Indonesia) mencatat pertumbuhan ritel hanya mencapai 3.65% pada 2017. Roy Mandey selaku ketua Aprindo juga menyampaikan pada tahun 2016, industri ritel mencapai  Rp. 199 triliun atau meningkat 10%, namun pada tahun 2017 justru mengalami penurunan.

Adapun penyebab dari penurunan penjualan industri ritel tersebut  adalah karena semakin berkembangnya zaman dan beralihnya konsumen pada dunia serba digital. Saat ini banyak perangkat jaringan online sehingga aktifitas manusia kini berorientasi pada digitalisasi.

Dunia bisnis kemudian juga ikut merambah dengan adanya marketing online, seperti menggunakan jasa SEO, aktivasi campaign di social media, beriklan di Google, promosi via email, marketplace hingga delivery service.

Strategi Bisnis Ritel Menghadapi Serbuan Bisnis Online

Hal ini jelas sudah disadari pengusaha ritel yang kemudian berbondong menyusun strategi dengan menyediakan produk sesuai kebutuhan perkembangan zaman.

Salah satunya adalah dengan update varian produk hingga mengganti konsumsi ke leisure (kuliner, travelling, entertain dan lain-lain). Cara ini dilakukan dengan menjual tas, jaket serta keperluan lainnya untuk kegiatan travelling hingga menjual alat masak untuk kuliner

Para pengusaha industri ritel juga berusaha menyesuaikan produk jualannya dengan design yang update. Contoh usaha industri ritel lainnya bisa dilihat di supermarket yang tidak hanya menyediakan makanan tetapi juga menyediakan fashion hingga kebutuhan travelling dan juga alat masak.

Kerjasama Dengan Fintech

Dalam dunia industri, penting memadukan teknologi dengan finansial teknologi (fintech) yang juga kemudian banyak diterapkan pada industri ritel. Mereka bekerja sama dengan fintech untuk menarik minat dengan memberi reward dan menyediakan program yang menguntungkan konsumen.

Cara ini didukung dengan mempertahankan loyalitas pelanggan dengan memberikan promosi khusus sebagai strategi kedekatan dengan pelanggan. Mengirim promosi via sms, email dan lain-lain juga dilakukan agar konsumen update seputar promo dan barang terbaru.

Kuat di Offline, Kuat di Online

Persaingan dunia bisnis khususnya industri ritel memang semakin kuat. Dengan demikian tidak sedikit industri ritel yang juga mengembangkan usahanya melalui media online. Hal ini memang perlu dilakukan mengingat zaman sudah memasuki era gadget oriented dengan masyarakat yang semakin mencari cara praktis termasuk dalam berbelanja. Maka memahami keinginan konsumen juga menjadi ragam usaha lain yang dilakukan oleh industri ritel guna menggaet hati konsumen.

Seperti dihadirkannya loyalty program, CRM call center, customer service, online point of sale, hingga penerapan retail management yang terintegrasi dengan teknologi dan software.

Industri ritel juga banyak melakukan kerjasama dengan perusahaan lain dan melibatkan diri pada program pemerintah. Tidak sedikit pula kerja sama ini kemudian menciptakan pusat belanja terpadu.

Dunia bisnis yang semakin ketat persaingannya memang menuntut ide kreatif untuk tetap bertahan. Bahkan mengeluarkan modal juga perlu dikorbankan demi meyakinkan konsumen akan brand Anda. Dengan demikian zaman gadget ini juga perlu dikejar dengan kecanggihan serupa guna mengejar ketertinggalan.

Berikan Rating

Author: Arga Eryzal P

Seorang PART-Time Blogger, fokus ke penulisan artikel untuk Blog.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.